Seperti dikutip dari ArchDaily, Senin (6/5/2013), dengan modal US$ 1,23 miliar (Rp 11,6 triliun), Alwaleed meminta salah satu kelompok usahanya, Jeddah Economic Company yang dikuasai Kingdom Holding Company, membangun menara dengan ketinggian 1.000 meter atau 1 km.Jeddah Economic Company pun bekerja sama dengan perusahaan asal London, Tim Macedan EC Harris. Gedung ini diperkirakan bakal mengalahkan gedung tertinggi dunia saat ini yaitu Burj Khalifa di Dubai.
Kingdom Tower ini akan menghadap Laut Merah, dan pembangunannya akan memakan waktu lima tahun. Gedung itu akan terdiri dari hotel bintang lima, apartemen, ruang kantor, dan observatory untuk mengamati benda-benda di langit.Menara ini didesain oleh arsitek asal Chicago, Adrian Smith, dari firma Adrian Smith + Gordon Gill Architecture (AS + GG). Kedua arsitek itu merupakan perancang menara Burj Khalifa ketika masih bekerja untuk firma arsitek Skidmore, Owings & Merill (SOM).Sayangnya, menara milik pangeran dari Timur Tengah ini akan punya tandingan. Azerbaijan berencana membangun menara setinggi 1,1 km bernama Azerbaijan Tower yang diperkirakan rampung 2019 nanti.
Pangeran Arab Saudi Al-Waleed bin Talal adalah keponakan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz. Forbes menghitung ia punya kekayaan US$ 20 miliar, tapi ia mengaku punya US$ 29 miliar.Ia merupakan orang paling kaya di Timur Tengah . Dengan kekayaan dan bisnisnya yang tersebar di seluruh dunia, seringkali ia jadi bahan pemberitaan di banyak media massa. Tak hanya soal kekayaannya saja yang diberitakan, tapi juga idealisme serta pola pikir si pemilik 'Istana Terbang' .
1. Struktur yang sebelumnya dikenal sebagai Kingdom Tower, akan menjadi rumah bagi observatorium tertinggi di dunia. Ini juga akan memiliki balkon outdoor berdiameter 98 kaki yang terpisah, yang pada awalnya ditujukan untuk helipad.
Baca juga : Sejarah Internet di Dunia dan Indonesia
2. Bangunannya sangat tinggi sehingga tidak dapat menampilkannya secara realistis dalam satu sisi. Hanya ketinggian dan pandangan mata burung yang bisa menampung keseluruhan gedung.
3. Tumpukan pondasi kira-kira berdiameter 10 kaki, dan bisa mencapai panjang hingga 360 kaki.
4. Bentuknya fungsional. Didesain untuk melawan hembusan angin dan juga gravitasi, sehingga tiga sisi didesain aerodinamika. Bentuknya yang lancip juga membantu memaksimalkan area yang dapat digunakan / disewakan.Untuk mengimbangi ukuran, inti yang besar di lantai bawah dengan memperluas dasar, sementara bentuknya juga dipersempit ke atas, sehingga membuatnya lancip di puncak.
5. Bentuknya menarik untuk menara seukurannya. Rencana "tiga kelopak" memungkinkan ekstrusi terpisah untuk dijadikan balkon. Sementara balkon tersebut terinspirasi oleh daun tanaman muda gurun yang dilipat. Lekukan mirip Gill menambahkan skala intrik visual lainnya.
Gambar rencana balkoni Kingdom Tower sebagai lapangan olahraga diatas awan.
Source : Internet
Baca juga : Krakatau, Penyebab Tsunamigenik Selat Sunda


Komentar
Posting Komentar