Langsung ke konten utama

Krakatau, Penyebab Tsunamigenik Selat Sunda




Dalam catatan Oregon State University, sekitar lima persen dari total penyebab tsunami berasal dari aktivitas vulkanik gunung berapi. Bagaimana aktivitas gunung berapi memicu gelombang tsunami? Tsunami vulkanik dapat terjadi akibat runtuhnya kaldera, pergerakan tektonik dari aktivitas gunung berapi, atau peluruhan piroklastik dari gunung api yang mempengaruhi air laut. Saat gelombang tsunami menerjang, status Gunung Anak Krakatau yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ada pada Level II atau waspada. 

PVMBG merekomendasikan masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius dua kilometer dari kawah. Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sukmandaru Prihatmoko menjelaskan pada hari itu, sejak pukul 12.00 sampai 18.00 WIB, Gunung Anak Krakatau meletus sebanyak 423 kali. Tingginya intensitas letusan Anak Krakatau kemungkinan memunculkan dua hal yang dapat mengganggu kolom air sehingga tercipta gelombang tsunami. Pertama, ada magma yang bergerak dari bawah ke atas dan menyebabkan tremor (getaran) yang bisa menggoyang dasar laut dan melongsorkan tebing-tebing bawah laut. 

Kedua, longsoran di pinggir gunung akibat lava yang berguguran dari puncak Anak Krakataumemicu terbentuknya gelombang tsunami. �Karena semua tahu Krakatau sedang aktif dan bahkan letusannya intens sekali, dalam enam jam ada 423 kali letusan itu sudah luar biasa, dua citra yang membandingkankondisi Anak Krakatau pada 11 Desember dan 23 Desember menunjukkan adanya perubahan permukaan sekitar 357 meter dari 1.800 meter. 


Menurut peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hery Harjono, Anak Krakatau cenderung tumbuh ke arah barat daya dan sisi tersebut juga lebih curam dari lainnya. Jika dinding tersebut runtuh atau longsor, ia bisa memicu tsunami. Pemodelan tsunami akibat runtuhnya dinding Anak Krakatau sebenarnya pernah dibikin oleh Thomas Giachetti dkk dalam penelitiannya berjudul �Tsunami Hazard Related to Flank Collapse of Anak Krakatau Volcano, Sunda Strait, Indonesia� yang diterbitkan oleh Geological Society di London, Inggris.Dalam pemodelan tersebut, dinding Anak Krakatau yang terus tumbuh akan condong runtuh ke sisi barat daya bekas kaldera Krakatau 1883. Jika mengalami keruntuhan material sebesar 0,280 km3 saja, maka dapat memicu gelombang tsunami awal setinggi 43 meter.

Gelombang tersebut dalam waktu kurang dari satu menit dapat mencapai Pulau Sertung, Panjang dan Rakata. Gelombang kemudian menyebar secara radial dengan kecepatan rata-rata 80 sampai 110 km/jam dan mencapai pantai barat Jawa dalam waktu 35 sampai 45 menit setelah runtuhan. Kota-kota seperti Merak, Anyer dan Carita bakal terdampak tsunami dengan ketinggian maksimum 1,5 meter (Merak dan Panimbang) hingga 3,4 meter (Labuhan). 

Menurut Thomas Giachetti, dkk., deteksi cepat.dari lembaga observatorium gunung api bersama sistem peringatan di pantai sangat penting dalam mitigasi bencana tsunami akibat runtuhan dinding Anak Krakatau. 

Gunung Krakatau adalah hasil produk pertemuan antara Lempeng India-Australia dengan Lempeng Eurasia. Dalam tiga kali periode letusan besar Gunung Krakatau sejak pertama kali pada 416 M, letusan ketiga tahun 1883 adalah yang terdahsyat. 

Gunung ini memuntahkan bahan piroklastika dengan volume lebih dari 18 km kubik. Erupsi besar ini menyebabkan gelombang tsunami raksasa setinggi 30 sampai 40 meter yang menerjang sepanjang pantai barat Banten dan sepanjang pantai selatan Lampung. 

Gelombang tsunami terbentuk hanya berselang satu menit setelah letusan besar Krakatau dan kemudian berlanjut di lima belas menit kemudian. Selat Sunda dalam sejarah penelitiannya memang masuk kawasan tsunamigenik. Tsunamigenik adalah kejadian alam yang berpotensi menimbulkan tsunami seperti kegiatan gunung api, gempa bumi, longsoran pantai dan bawah laut.

Source : Berita Internet dan TV





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Shalat Subuh Berjamaah, Yang Tidak Diketahui Oleh Banyak Orang

?Shalat Subuh berjamaah memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, berikut ini sebagian keutamaan yang terdapat di dalamnya: 1. Mendapatkan berkah dari Allah Ta�ala. ?Shalat Subuh berjamaah berpeluang mendapatkan berkah dari Allah Ta�ala. Sebab, aktivitas yang dilaksanakan pada waktu pagi, terlebih aktivitas wajib dan dilaksanakan berjamaah seperti shalat Subuh, telah didoakan agar mendapatkan berkah. Yang mendoakannya adalah Rasulullah shallallahualaihiwasallam: Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibn Majah) 2. Mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat. ?Kondisi pada waktu subuh umumnya masih gelap, walau dengan penerangan listrik yang ada. Namun, dengan kondisi seperti itulah justru terdapat ganjaran yang besar dari Allah Ta�ala bagi manusia-manusia yang menuju masjid buat melaksanakan shalat dengan cahaya yang sempurna di hari Kiamat kelak, dalam hadits disebutkan: ?Dari Buraidah al-Aslami radhiyallahu an...

SMABOY Sekolah Terbaik di Indonesia 6 Tahun Berturut Turut

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Boyolangu masih menjadi sekolah favorit . Hal itu dibuktikan dengan adanya pengumuman dari Kemendikbud berupa Daftar SMA terbaik di Indonesia. Bukan tanpa dasar Kemendikud kenapa SMAN 1 Boyolangu ini masuk sekolah terbaik di Indonesia, itu berdasarkan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN). SMAN 1 Boyolangu yang dikenal dengan prestasi akademiknya dan kegiatannya yang ekstra vaganza kini juga telah dibuktikan mengenai keunggulan alademiknya di Kab. Tulungagung. Sehingga bisa dikatakan SMAN 1 Boyolangu dapat mempertahankan dan kembali ke masa kejayaan yaitu "pierce in heyday". Ternyata sekolah yang kini di bawah pengelolaan Kepala Sekolah Abdul Rouf, M.Pd, adalah sekolah yang mampu mempertahankan IIUN dengan nilai 92 � 99 selama enam (6) tahun berturut-turut. Semoga tahun ini juga masih bisa berjaya. �Sudah sewarjanya jika warga Tulungagung merasa bangga dengan sekolah kita ini, karena masuk dalam daftar sekolah terbaik di Indonesia dan lulusann...

Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Penggunaan energi fosil (minyak dan gas) yang kian bertambah berbanding lurus dengan ancaman pemanasan global. Persoalan lingkungan itulah yang menjadi fokus perhatian LDII. Untuk itu, LDII mengingatkan pemerintah untuk menjalankan Paris Agreement (Kesepakatan Paris). Konferensi ini lahir dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB ke-21, yang di adakan pada 30 November - 12 Desember 2015. LDII perlu mengingatkan pemerintah, karena pada 31 Oktober 2016, Indonesia berkomitmen terhadap Paris Agreement dan meratifikasinya untuk membuat UU No. 16 Tahun 2016 Tentang Pengesahan Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim). Ratifikasi ini mengharuskan Indonesia menggunakan energi terbarukan, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan demikian pada 2025 Indonesia harus mencapai 23% dari seluruh pemakaian energi, dan sekarang masih 7%. Jika Indonesia...