Langsung ke konten utama

Manfaat Rosela Dalam Menyembuhkan Penyakit


ROSELA adalah tanaman tropis yang berasal dari benua Afrika. Namun kini, tanaman dengan nama latin Hibiscus sabdariffa ini sudah terkenal di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Daya pikat rosela tidak hanya dari warnanya yang cantik, tetapi juga dari banyaknya nutrisi yang terkandung pada bunga ini. Bunga rosela tercatat mengandung berbagai vitamin (A, B1, B2, B3, dan C), kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium (potasium) , dan natrium (sodium).



Manfaat yang Didapatkan dari Rosela Berikut adalah manfaat-manfaat rosela yang dipercaya baik bagi kesehatan.



Hipertensi.
 Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum teh rosela selama 2-6 minggu efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi ringan. Ada pula penelitian yang mengatakan jika mengonsumsi rosela mungkin sama efektifnya dengan minum obat Captopril yang sering diresepkan untuk penderita hipertensi ringan hingga sedang. Namun, penelitian menyeluruh mengenai efektivitas rosela dalam mengurangi tekanan darah tinggi, dan juga tingkat keamanannya, masih diperlukan.


Kanker
Hasil penelitian mengenai manfaat bunga.ini terhadap penyakit lainnya,.menyatakan bahwa rosela mungkin.dapat digunakan untuk mengobati kanker. Senyawa antioksidan bernama anthocyanin yang terkandung dalam rosela dianggap sebagai kunci antikanker di bunga ini. Penelitian terus dilanjutkan untuk mencari kebenaran akan hal ini.



Obesitas
Penelitian di Taiwan menemukan bahwa ekstrak rosela diduga memiliki pengaruh terhadap metabolisme tubuh dan mencegah obesitas. Diperkirakan, mengonsumsi rosela dapat mencegah obesitas dan melindungi organ hati dari penumpukan lemak. Rosela juga terlihat dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik. Namun hal ini pun belum terbukti sepenuhnya dan masih perlu diteliti lebih jauh.

Selain itu, manfaat lain rosela yang juga banyak dipercaya namun belum terbukti sepenuhnya adalah menyembuhkan sembelit, flu, dan iritasi pada lambung. Efek Samping Rosela Keamanan rosela bagi ibu hamil dan yang sedang menyusui belum dipastikan. Oleh karena itu sebaiknya dihindari oleh ibu hamil dan yang sedang menyusui. Rosela kemungkinan dapat menurunkan tekanan darah. Oleh karena itu lebih aman jika penderita tekanan darah rendah menghindari konsumsi rosela. Selain itu, bagi pasien yang akan dioperasi disarankan untuk berhenti mengonsumsi rosela setidaknya 2 minggu sebelum operasi. Rosela dapat memengaruhi tingkat gula darah sehingga bisa sulit terkontrol selama dan setelah operasi.

Belum ada penelitian atau bukti ilmiah yang menganjurkan berapa dosis penggunaan rosela yang aman. Jadi walaupun teh rosela adalah produk alami yang mengandung banyak vitamin dan mineral, tidak tertutup kemungkinan bahwa terlalu banyak mengonsumsinya dapat berakibat buruk pada tubuh. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter jika ingin menggunakan produk herba seperti rosela. Selain itu, jangan mengonsumsi produk-produk rosela jika tidak terdaftar di BPOM.


Source : Kesehatan dan Internet



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Shalat Subuh Berjamaah, Yang Tidak Diketahui Oleh Banyak Orang

?Shalat Subuh berjamaah memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, berikut ini sebagian keutamaan yang terdapat di dalamnya: 1. Mendapatkan berkah dari Allah Ta�ala. ?Shalat Subuh berjamaah berpeluang mendapatkan berkah dari Allah Ta�ala. Sebab, aktivitas yang dilaksanakan pada waktu pagi, terlebih aktivitas wajib dan dilaksanakan berjamaah seperti shalat Subuh, telah didoakan agar mendapatkan berkah. Yang mendoakannya adalah Rasulullah shallallahualaihiwasallam: Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibn Majah) 2. Mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat. ?Kondisi pada waktu subuh umumnya masih gelap, walau dengan penerangan listrik yang ada. Namun, dengan kondisi seperti itulah justru terdapat ganjaran yang besar dari Allah Ta�ala bagi manusia-manusia yang menuju masjid buat melaksanakan shalat dengan cahaya yang sempurna di hari Kiamat kelak, dalam hadits disebutkan: ?Dari Buraidah al-Aslami radhiyallahu an...

SMABOY Sekolah Terbaik di Indonesia 6 Tahun Berturut Turut

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Boyolangu masih menjadi sekolah favorit . Hal itu dibuktikan dengan adanya pengumuman dari Kemendikbud berupa Daftar SMA terbaik di Indonesia. Bukan tanpa dasar Kemendikud kenapa SMAN 1 Boyolangu ini masuk sekolah terbaik di Indonesia, itu berdasarkan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN). SMAN 1 Boyolangu yang dikenal dengan prestasi akademiknya dan kegiatannya yang ekstra vaganza kini juga telah dibuktikan mengenai keunggulan alademiknya di Kab. Tulungagung. Sehingga bisa dikatakan SMAN 1 Boyolangu dapat mempertahankan dan kembali ke masa kejayaan yaitu "pierce in heyday". Ternyata sekolah yang kini di bawah pengelolaan Kepala Sekolah Abdul Rouf, M.Pd, adalah sekolah yang mampu mempertahankan IIUN dengan nilai 92 � 99 selama enam (6) tahun berturut-turut. Semoga tahun ini juga masih bisa berjaya. �Sudah sewarjanya jika warga Tulungagung merasa bangga dengan sekolah kita ini, karena masuk dalam daftar sekolah terbaik di Indonesia dan lulusann...

Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Penggunaan energi fosil (minyak dan gas) yang kian bertambah berbanding lurus dengan ancaman pemanasan global. Persoalan lingkungan itulah yang menjadi fokus perhatian LDII. Untuk itu, LDII mengingatkan pemerintah untuk menjalankan Paris Agreement (Kesepakatan Paris). Konferensi ini lahir dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB ke-21, yang di adakan pada 30 November - 12 Desember 2015. LDII perlu mengingatkan pemerintah, karena pada 31 Oktober 2016, Indonesia berkomitmen terhadap Paris Agreement dan meratifikasinya untuk membuat UU No. 16 Tahun 2016 Tentang Pengesahan Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim). Ratifikasi ini mengharuskan Indonesia menggunakan energi terbarukan, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan demikian pada 2025 Indonesia harus mencapai 23% dari seluruh pemakaian energi, dan sekarang masih 7%. Jika Indonesia...