Seseorang pasti mempunyai harapan atau ekspektasi. Dan ekspektasinya pun beragam, ada yang tinggi dalam imajinasinya, dan ekspektasi yang rendah karena mencari zona nyaman. Dan kalian ada dibagian mana nih? Karena ekspektasi itu sangat penting lho bagi kehidupan. Namun banyak orang yang kecewa akibat realita atau kenyataannya tidak sesuai harapan, gimana ya? Atau kita tidak perlu lagi ber-ekspektasi.
Dan contoh gambarannya seperti dalam gamnar diatas, yang grafik batang berwarna pink menggambarkan ekspektasi yang cukup tinggi namun kenyataannya malah tidak mampu mencapainya karena realita yang terjadi hanya sepwruh dari ekspektasi dan akibatnya kita pun sering merasa kecewa.
Dan pada gambar grafik batang berwarna cyan dapat dilihat gambaran seseorang yang memiliki ekspektasi rendah, karena mereka tahu bahwa realita yang akan terjadi tidak akan mungk8n setinggi itu, dan kenyataannya betul, realita mereka lebih tinggi dari rencana atau ekspektasi sehingga mereka merasa bangga dan senang.
Namun dari dua kategori diatas kita harus memilih yang mana ??. Kawabannya sih menurut saya mending yang seperti grafik pink, soalnya semakin kita mempunyai ekspektasi tinggi maka secara otomatis kita melakukan usaha yang lebih juga untuk mencapainya meski terkadang tidak berhasil, namun setidaknya kita telah berusaha.
Sedangkan apabila pada grafik warna cyan kita akan berusaha secara santai karena dalam pikiran kita realitanya pasti lebih baik dari ekspektasi karena mereka tidak perlu bersusah payah berimajinasi terlalu tinggi, karena takut jatuh dan kecewa. Namun semuanya itu kembali lagi pada individu kita masing-masing ya!!.
Selain itu kita perlu tahu bahwasanya sesuatu yang diluar ekspektasi itu tidak selalu lebih buruk bahkan dari hal itu justru akan muncul keunikan dan humoris yang besar lho.
Namun perlu diingat bahwa yang perlu ditinggikan dalam ber-ekspektasi adalah diri sendiri, jangan sekali-kali kita ber-ekspektasi lebih pada orang lain karena hasilnya jika tidak sesuai dengan realinya maka akan menimbulkan label dan vonis bahwa orang lain itu jelek atau lain sebagainya.
Nah, jadi untuk kita semua itu bebas ber-ekspektasi, karena dengan didunia ini tidak mungkin ada manusia yang sempurna dan mampu mencapai harapannya dengan sempurna pula. Contohnya kita ketika melihat telapak tangan kita, yang kita lihat adalah banyaknya garis kerutan, dan itu kita umpamakan sebagai kekurangan kita, lalu ketika kita berusaha menutupinya dengan cara mengepalkan tangan, maka dengan cara apapun maka kerutan tadi tetap terlihat. Jadi dalam hidup tidak mungkin selalu berjalan sesuai ekspektasi karena realita telah ditentukan oleh yang Maha Kuasa.
*) diulas berdasarkan motivasi Merry Riana

Komentar
Posting Komentar