Langsung ke konten utama

Pemilu 2019, Pemilih Berdaulat Negara Kuat


Hari ini Rabu 17 April 2019 adalah hari bersejarah bagi Indonesia, karena pada hari ini seluruh rakyat Indonesia yang telah memenuhi syarat akan melakukan pemilihan umum (PEMILU). Dan dalam pemilu ini adalah pemilu perdana yang mendapatkan banyak rekor dunia. Yaitu menggabungkan pemilihan presiden bersama dengan pemilihan anggota legislatif yaitu DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota diseluruh wilayah Indonesia.

Sebelumnya Indonesia juga telah mencatatkan rekor yaitu telah melaksanakan pemilihan umum serentak selama 2 kali untuk pemilihan gubernur, dan bupati/walikota diseluruh Indonesia. Dan pemilihan serentak yang telah digelar 2 kali tersebut semuanya berjalan lancar dan baik, sehingga kali ini Indonesia tiba dengan pemilu serentak yang ketiga kalinya.

Seperti 5 tahun yang lalu, kali ini pemilihan presiden diikuti oleh 2 kandidat pasangan calon yang sama, yaitu Bapak Joko Widodo, dan Bapak Prabowo Subianto. Selain itu pada pemilu kali ini juga dimeriahkan oleh 16 partai politik nasional dan 4 partai daerah Aceh. Selama masa kampanye pun KPU RI juga telah mengadakan debat calon Presiden hingga berlangsung 5 kali, yang berlangsung dengan meriah pula. Kampanye dan kunjungan ke seluruh Indomesia pun juga dilakoni oleh seluruh TKN 01 dan BPN 02. Juga bersama-sama dengan partai koalisi masing-masing.



Pemilu di Indonesia inipun mendapat sorotan dari mata dunia karena unik dan bersejarah, pada tanggal sebelumya pun panitia pemilihan luar negeripun juga telah melaksanakan pemilu bagi masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri, tercatat sekitar 138 negara di dunia mampu melakukan pemilu untuk masyarakat Indonesia yang berada disana.


Saking banyak dan baiknya antusiasme para warga Indonesia di luar negeri ini pun mendapatkan sorotan baik dan pujian dari masyarakat dunia. Sehingga tidak jarang para panitia kesulitan mengatasi jumlah pemilih yang akan mencoblos karena waktunya yang terbatas. Sehingga banyak warga Indonesia yang tidak berkesempatan mencoblos karena banyaknya kendala.

Dalam siaran televisi, media soaialpun ramai membicarakan mengenai pemilu di Indonesia ini. Sehingga lebih dari 6 perusahaan atau lembaga survei terpercaya yang mengandeng membantu memberikan informasi mengenai hasil pemilu berupa quick count atau hitung cepat. Dan banyak negara lain yang juga mengawasi jalannya pemilu di Indonesia yang akan dilakukan hari ini pula.

Dari banyaknya rekor tersebut, seperti memotong anggaran dari 150 trilliun menjadi 25 trilliun, juga menghemat waktu dan tenaga, masih banyak warga yang kebingungan karena harus mencoblos 5 surat suara yang berbeda dengan ukuran yang cukup lebar pula.

Namun perlu diketahui sebagai warga negara yang baik kita harus bersama-sama mengawal pemilu ini agar berjalan lancar, dan jangan sampai menyebarkan berita bohong/ hoax yang mampu memecah persatuan bangsa Indonesia ini. Selain itu kita sebagai pemuda yang baik tidak boleh golput karena satu suara menentukan nasib Indonesia kedepannya.

Dalam pemilu kita boleh beda pilihan, namun kita tetap satu, yaitu Negeri Indonesia. Golput bukanlah pilihan, golput adalah karakter pedundang. Jadi sekali lagi mari kita meriahkan pesta demokrasi bangsa ini dengan sengat dan optimis. Karena "Pemilih Berdaulat, Negara Kuat".


Kami dari segenap Author mengucapkan Selamat Nyoblos!!!

#GerakanAyoKeTPS




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Shalat Subuh Berjamaah, Yang Tidak Diketahui Oleh Banyak Orang

?Shalat Subuh berjamaah memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, berikut ini sebagian keutamaan yang terdapat di dalamnya: 1. Mendapatkan berkah dari Allah Ta�ala. ?Shalat Subuh berjamaah berpeluang mendapatkan berkah dari Allah Ta�ala. Sebab, aktivitas yang dilaksanakan pada waktu pagi, terlebih aktivitas wajib dan dilaksanakan berjamaah seperti shalat Subuh, telah didoakan agar mendapatkan berkah. Yang mendoakannya adalah Rasulullah shallallahualaihiwasallam: Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibn Majah) 2. Mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat. ?Kondisi pada waktu subuh umumnya masih gelap, walau dengan penerangan listrik yang ada. Namun, dengan kondisi seperti itulah justru terdapat ganjaran yang besar dari Allah Ta�ala bagi manusia-manusia yang menuju masjid buat melaksanakan shalat dengan cahaya yang sempurna di hari Kiamat kelak, dalam hadits disebutkan: ?Dari Buraidah al-Aslami radhiyallahu an...

SMABOY Sekolah Terbaik di Indonesia 6 Tahun Berturut Turut

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Boyolangu masih menjadi sekolah favorit . Hal itu dibuktikan dengan adanya pengumuman dari Kemendikbud berupa Daftar SMA terbaik di Indonesia. Bukan tanpa dasar Kemendikud kenapa SMAN 1 Boyolangu ini masuk sekolah terbaik di Indonesia, itu berdasarkan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN). SMAN 1 Boyolangu yang dikenal dengan prestasi akademiknya dan kegiatannya yang ekstra vaganza kini juga telah dibuktikan mengenai keunggulan alademiknya di Kab. Tulungagung. Sehingga bisa dikatakan SMAN 1 Boyolangu dapat mempertahankan dan kembali ke masa kejayaan yaitu "pierce in heyday". Ternyata sekolah yang kini di bawah pengelolaan Kepala Sekolah Abdul Rouf, M.Pd, adalah sekolah yang mampu mempertahankan IIUN dengan nilai 92 � 99 selama enam (6) tahun berturut-turut. Semoga tahun ini juga masih bisa berjaya. �Sudah sewarjanya jika warga Tulungagung merasa bangga dengan sekolah kita ini, karena masuk dalam daftar sekolah terbaik di Indonesia dan lulusann...

Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Penggunaan energi fosil (minyak dan gas) yang kian bertambah berbanding lurus dengan ancaman pemanasan global. Persoalan lingkungan itulah yang menjadi fokus perhatian LDII. Untuk itu, LDII mengingatkan pemerintah untuk menjalankan Paris Agreement (Kesepakatan Paris). Konferensi ini lahir dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB ke-21, yang di adakan pada 30 November - 12 Desember 2015. LDII perlu mengingatkan pemerintah, karena pada 31 Oktober 2016, Indonesia berkomitmen terhadap Paris Agreement dan meratifikasinya untuk membuat UU No. 16 Tahun 2016 Tentang Pengesahan Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim). Ratifikasi ini mengharuskan Indonesia menggunakan energi terbarukan, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan demikian pada 2025 Indonesia harus mencapai 23% dari seluruh pemakaian energi, dan sekarang masih 7%. Jika Indonesia...