Langsung ke konten utama

Mengagumkan!, Inilah Formasi Mosaik IPB 2019 Yang Memperoleh 2 Rekor Dunia




Waktu-waktu lalu adalah waktu dimana seluruh perguruan tinggi mengadakan ospek yaitu kegiatan pengenalan lingkungan baru bagi para maba (mahasiswa baru). Dalam kegiatan ini seluruh maba akan berkumpul berdasarkan fakultasnya masing-masing. Dan dalam tempo lalu sedang hangat dibicarakan mengenai viralnya video kegiatan ospek di Institut Pertanian Bogor.

Dalam kegiatan tersebut yaitu MPKMB Sekilah Vokasi IPB angkatan 56 melakukan hal yang sangat menakjubkan yaitu membuat formasi 3d dan mosaik.

Baca juga : Amalan di Bulan Dzulhijjah

Setelah tahun lalu yang mendapatkan rekor dalam hal yang sama, kali ini hal tersebut terulang kembali, yaitu mereka membentuk formasi mosaik yang mendapatkan 2 rekor dunia sekaligus dari Record Holder Republic:

1. Configuring Mosaics with the most used plastuct bottles

2. Configuring Formations with the most totebag media.

Berikut ulasannya.

1 - Configuring Mosaics with the most used plastuct bottles, berarti "Mengkolaborasikan beberapa mosaik dengan menggunakan botol plastik bekas", seperti yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah sampah plastik terbanyak kedua didunia. Dan hal ini justru dirubah menjadi kegiatan kreatif yang mengundang banyak pujian dan penghargaan oleh maba IPB tahun 2019 ini

2 - Configuring Formations with the most totebag media, berarti "Mengkolaborasikan formasi dengan media beberapa totebag", kekreatifan para mahasiswa IPB tidak berhenti sampai botol bekas saja, namun juga totebag. Seperti yang kita ketahui bahwa totebag adalah tas pinggang sederhana yang viral dipakai para kaum millenial, dan hal ini juga diekpresikan oleh maba IPB melalui karya yang fantastik melalui formasi mosaik yang viral.


Berikut bisa anda saksikan video formasinya.

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Shalat Subuh Berjamaah, Yang Tidak Diketahui Oleh Banyak Orang

?Shalat Subuh berjamaah memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, berikut ini sebagian keutamaan yang terdapat di dalamnya: 1. Mendapatkan berkah dari Allah Ta�ala. ?Shalat Subuh berjamaah berpeluang mendapatkan berkah dari Allah Ta�ala. Sebab, aktivitas yang dilaksanakan pada waktu pagi, terlebih aktivitas wajib dan dilaksanakan berjamaah seperti shalat Subuh, telah didoakan agar mendapatkan berkah. Yang mendoakannya adalah Rasulullah shallallahualaihiwasallam: Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibn Majah) 2. Mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat. ?Kondisi pada waktu subuh umumnya masih gelap, walau dengan penerangan listrik yang ada. Namun, dengan kondisi seperti itulah justru terdapat ganjaran yang besar dari Allah Ta�ala bagi manusia-manusia yang menuju masjid buat melaksanakan shalat dengan cahaya yang sempurna di hari Kiamat kelak, dalam hadits disebutkan: ?Dari Buraidah al-Aslami radhiyallahu an...

SMABOY Sekolah Terbaik di Indonesia 6 Tahun Berturut Turut

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Boyolangu masih menjadi sekolah favorit . Hal itu dibuktikan dengan adanya pengumuman dari Kemendikbud berupa Daftar SMA terbaik di Indonesia. Bukan tanpa dasar Kemendikud kenapa SMAN 1 Boyolangu ini masuk sekolah terbaik di Indonesia, itu berdasarkan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN). SMAN 1 Boyolangu yang dikenal dengan prestasi akademiknya dan kegiatannya yang ekstra vaganza kini juga telah dibuktikan mengenai keunggulan alademiknya di Kab. Tulungagung. Sehingga bisa dikatakan SMAN 1 Boyolangu dapat mempertahankan dan kembali ke masa kejayaan yaitu "pierce in heyday". Ternyata sekolah yang kini di bawah pengelolaan Kepala Sekolah Abdul Rouf, M.Pd, adalah sekolah yang mampu mempertahankan IIUN dengan nilai 92 � 99 selama enam (6) tahun berturut-turut. Semoga tahun ini juga masih bisa berjaya. �Sudah sewarjanya jika warga Tulungagung merasa bangga dengan sekolah kita ini, karena masuk dalam daftar sekolah terbaik di Indonesia dan lulusann...

Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Penggunaan energi fosil (minyak dan gas) yang kian bertambah berbanding lurus dengan ancaman pemanasan global. Persoalan lingkungan itulah yang menjadi fokus perhatian LDII. Untuk itu, LDII mengingatkan pemerintah untuk menjalankan Paris Agreement (Kesepakatan Paris). Konferensi ini lahir dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB ke-21, yang di adakan pada 30 November - 12 Desember 2015. LDII perlu mengingatkan pemerintah, karena pada 31 Oktober 2016, Indonesia berkomitmen terhadap Paris Agreement dan meratifikasinya untuk membuat UU No. 16 Tahun 2016 Tentang Pengesahan Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim). Ratifikasi ini mengharuskan Indonesia menggunakan energi terbarukan, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan demikian pada 2025 Indonesia harus mencapai 23% dari seluruh pemakaian energi, dan sekarang masih 7%. Jika Indonesia...